Saturday, 07 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Tiongkok pertimbangkan pembebasan bea masuk 125% untuk beberapa barang AS
Friday, 25 April 2025 13:21 WIB | ECONOMY |Asia

Pemerintah Tiongkok sedang mempertimbangkan pembebasan bea masuk impor 125% untuk beberapa barang AS, Bloomberg melaporkan pada hari Jumat, karena negara itu bergulat dengan tingginya biaya ekonomi akibat perang dagang.

Para pejabat sedang mempertimbangkan pembebasan bea masuk untuk peralatan medis dan beberapa bahan kimia industri seperti etana, Bloomberg melaporkan, mengutip sumber-sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Pejabat Tiongkok juga mempertimbangkan pembebasan bea masuk untuk sewa pesawat, kata laporan itu.

Potensi pembebasan Tiongkok mencerminkan apa yang terlihat di AS, yang mengecualikan barang elektronik dari bea masuk 145% untuk impor Tiongkok, di tengah kekhawatiran atas biaya yang meningkat tajam.

Meskipun AS mengimpor lebih banyak barang dari Tiongkok, daripada sebaliknya, pembebasan Beijing menyoroti ketergantungan pada barang AS dalam beberapa aspek ekonominya.

Namun, diskusi mengenai pembebasan masih berlangsung dan mungkin tidak akan dilanjutkan, kata laporan Bloomberg.

AS dan China terlibat dalam perang tarif yang sengit bulan ini, karena Trump mengenakan bea masuk yang tinggi pada Beijing dalam upaya yang jelas untuk mengurangi defisit perdagangan Washington yang besar.

Namun, surplus perdagangan China yang besar juga berasal dari ekspor barang-barangnya yang sangat penting bagi beberapa industri utama AS, yang membuat para investor khawatir akan dampak ekonomi pada kedua belah pihak.

Beberapa perusahaan AS terlihat berlomba-lomba untuk mengalihkan rantai pasokan dari China. Financial Times melaporkan pada hari Jumat bahwa Apple Inc (NASDAQ:AAPL) berusaha untuk mendapatkan semua iPhone yang dijual di AS dari India dan dari China.(Cay)

sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Ketegangan Baru Rusia dan Amerika...
Thursday, 8 January 2026 23:29 WIB

Ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Rusia kembali mencuat setelah insiden yang melibatkan kapal tanker minyak, memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan arus pasokan energi global. La...

Klaim Pengangguran Naik, Pasar Siaga Jelang NFP...
Thursday, 8 January 2026 20:39 WIB

Menurut laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS (DOL) yang dirilis pada hari Kamis, jumlah warga AS yang mengajukan permohonan baru untuk asuransi pengangguran naik menjadi 208 ribu untuk pekan yang b...

Isu Pengambilalihan Greenland oleh AS Picu Kekhawatiran, Benarkah NATO Terancam Pecah....
Wednesday, 7 January 2026 23:41 WIB

Isu geopolitik kembali memanas setelah muncul pernyataan dan sinyal politik dari Amerika Serikat yang memicu spekulasi mengenai kemungkinan langkah AS untuk mengambil alih Greenland. Meski belum ada t...

Pekerjaan Swasta AS Hanya Naik 41K, Di Bawah Estimasi...
Wednesday, 7 January 2026 20:28 WIB

Tingkat pekerjaan swasta dalam laporan ADP naik lebih rendah dari yang diperkirakan para ekonom pada bulan Desember. Tingkat pekerjaan swasta naik 41.000 (estimasi +50.000) pada bulan Desember diband...

Mineral Greenland Atau Faktor keamanan Alasan Diam-Diam di Balik Ambisi AS...
Wednesday, 7 January 2026 06:27 WIB

Greenland bukan hanya soal lokasi strategis, tapi juga gudang mineral penting dunia. Pulau ini menyimpan cadangan besar rare earth elements (REE) atau mineral tanah jarang yang sangat dibutuhkan untuk...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS